POLISI BERGOYANG

Berita Polisi bergoyang didunia maya makin marak seiring tersebarnya video berisi aksi Brigadir Satu Polisi Norman Kamaru.yang menari sambil menirukan sebuah lagu India dengan gaya yang kocak dan segar.
Lagu India yang dinyanyikan Norman itu adalah “Chaiyya Chaiyya”, dinyanyikan oleh Sukhwinder Singh dan Sapna Awasthi. Lagu ini muncul di film Dil Se (1998) yang dibintangi Shahrukh Khan dan Malaika Arora. Pengarah musiknya adalah AR Rahman, yang lalu memenangi Oscar pada 2009 lewat aransemen musik dan lagu-lagu di Slumdog Millionaire (2008).
Polisi juga manusia, tentu butuh penyaluran akan hasrat seni–yang jelas dimiliki semua manusia. Maka kita tak perlu bereaksi negatif melihat video yang sedang marak di jejaring sosial kita ini,
Menurut Koran Tempo Rabu (6/4), Norman, 26 tahun, baru setahun lima bulan menjadi polisi. Pria kelahiran Gorontalo itu menyanyikan Chaiyya Chaiyya sambil duduk dan berjoget di pos rumah dinas milik Brimob di Kelurahan Pohe, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Kata AKBP Wilson Damanik, Norman memang dikenal suka menyanyi lagu India. “Kalau ada acara di Polda, ia selalu menyumbangkan lagu,” ujarnya. Norman, kata dia, tengah menghibur temannya untuk mengusir kejenuhan saat piket.

Apa kata mereka tentang ulah Norman? Anggota Komisi Kepolisian Nasional, Novel Ali, mengatakan sanksi apa pun untuk Norman tidaklah tepat. Memang, kata dia, selama berseragam polisi dilarang cengengesan atau bernyanyi. Tapi Norman tak melakukan pelanggaran signifikan. “Polisi itu juga tidak sedang mabuk atau menggunakan narkoba,” kata dia.

Di ranah maya, dukungan untuk Norman mengalir. Selain di Facebook juga diartikel-artikel yang mengulas aksi Norman sebagian besar memberi apresiasi terhadap aksi Norman.

BERITA TERKAIT

Hukum & Kriminal / Selasa, 5 April 2011 13:18 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian Daerah Gorontalo menghargai aksi joget lagu India oleh Brigadir Satu Polisi Norman Kamaru. Aksi itu dinilai sebagai usaha Norman menghibur diri dan rekannya saat jenuh piket.

“Polda menghargai dia sedang menghibur temannya. Mengusir kejenuhan,” kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Gorontalo Ajun Komisaris Besar Polisi Wilson Damanik saat dihubungi, Selasa (5/4).

Namun, kata Wilson, aksi Norman kurang pas secara etika. Wilson menilai Norman seharusnya menjaga wibawa sebagai polisi, apalagi saat bertugas. “Itu kebanggaan tugas,” kata Wilson. Ia juga menilai Norman terlalu “gaul.” Wilson menilai dari anting yang dipakai Norman.(IKA)

Polkam / Selasa, 5 April 2011 15:24 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Mabes Polri telah berkoordinasi dengan Satuan Koordinasi Brigade Mobil Gorontalo terkait aksi joget lagu India yang dilakukan Brigadir Satu Polisi Norman Kamaru. Norman dinilai melanggar disiplin.

“Kenakalan anak-anak di lapangan. Tentu melanggar disiplin. Itu di penjagaan, pakaian dinas lagi,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (5/4).

Anton mengatakan Norman dan rekan-rekannya akan diberi sanksi lisan maupun tertulis. Mereka dinilai belum memahami etika disiplin Polri. Norman dan rekan-rekan dianggap tak mematuhi kode etik saat bertugas.

Menurut Anton, pihaknya tak pernah melarang anggota mereka menyanyi asalkan tidak memakai seragam atau sedang bertugas. “Memang anggota kita banyak belum paham etika disiplin. Kita buatkan satu aturan pada saat berdinas harus menjaga kode etik” jelas Anton.(IKA)
Umum / Rabu, 6 April 2011 11:33 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Polri akhirnya memberikan sanksi kepada Briptu Norman Kamaru, anggota polisi yang tenar dengan lipsing lagu dan goyang India yang beredar di situs Youtube. Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung, menilai sanksi yang diberikan Polri berlebihan.

“Kenapa dipermasalahkan. Joget ‘Chaiyya Chaiyya’, itu menarik. Kalau mau, tangkapin tuh mafia pajak,” sindir Pramono saat ditemui metrotvnews.com di Gedung DPR/MPR RI, Rabu (6/4).

Pramono melihat dari video yang beredar di Youtube tersebut, Norman tetap melakukan tugasnya. Malahan, aksi joget Norman memberi hiburan kepada masyarakat.

“Presiden saja boleh nyanyi,” kritik Pramono lagi.

Briptu Norman Kamaru dipastikan tetap akan berdinas di kepolisian. Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo menjelaskan pemberian sanksi dilakukan untuk mendidik Norman supaya bisa lebih menempatkan diri.(Andhini)

Satu Tanggapan

  1. Terimakasih atas kunjunganya semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: